Sri Utami : The next Gravure Idol From Kediri
Gravure adalah salah satu daripada seni Fotografi atau Videografi yang menonjolkan sisi keindahan tubuh sang model secara alami. Kebanyakan model wanita.
Maka demi mendapatken sudut daripada bidikan yang indah sang model harus memakai swimsuit atau lingerie. Walau begitu, hampir dipastiken tak ada pose nude daripada seni gravure ini.
Baca Juga : Antara pecel Kawi dan Starbucks
Asal kata Celengan
Kalau pun harus melepasken semuanya, maka sang model harus membaliken daripada badannya. Gravure Idol umumnya dilakoni oleh bintang-bintang daripada Jepang. Di Jepang sendiri, pornografi atau porno aksi adalah legal. Pun dengan prostitusi. Adult Video dijual atau disewaken secara bebas. Demikian pula akses daripada situs porno.
Disana bebas…
Toh meski demikian ada pembatasan antara gravure dan AV (Adult Video). Para Idol aliran Gravure, tak akan Berekspansi ke ranah yang lebih berani ke Adult video. Gravure adalah Gravure. AV adalah AV
Dan saia semangkin tidak mengerti ketika ada seorang Sri Utami meliak-liuk layaknya Teaser memamerkan tubuhnya yang sudah tidak Indah di Youtube. Saia tidak tahu apakah Si Sri menganut aliran Gravure atau AV. Sungguh saia mangkin bingung dengan makhluk Tuhan satu ini.
Berawal dari niatnya mengubah nasib dengan bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita ke Hongkong, tahu-tahu tenar menjadi bintang Youtube dengan tarian Striptease-nya. Saia tidak tahu banyak tentang siyapa sebenernya Sri.
Tak banyak…
Dan tak mau tahu lebih banyak lagi.
Buat apa!?
Naksir? Kagak!
Ngefans? Juga kagak!
Saya lebih ngefans Raisa Andriana yang udah jelas prestasinya. " Terus kenapa sampean nulis tentang Sri Utami?" Tanya daripada tukang nasi Goreng yang berasal dari Malang, jawa timur. Yap! Saya suka diskusi dengan orang-orang semacam mas Tukang Nasgor ini. Dan malam ini saya duduk disamping gerobak nasi gorengnya setelah melahap sepiring Nasi Goreng.
Kami diskusi soal Sri Utami. Saia perlu tahu opini tukang Nasgor ini tentang Sri Utami. Kenapa saia tanyaken ke tukang Nasgor?
Ya karena Segmen penonton Sri Utami dari golongan-golongan Mas tukang Nasgor ini. Golongan pekerja bangunan yang ada di ujung jalan sana, golongan sopir angkot, sopir Metromini dan sebangsanya.
Mereka-mereka inilah yang sungguh sangat penasaran melihat lekuk-lekuk daripada tubuh Sri utami. Dan liak-liuk tubuh Sri Utami akan demikian melekat ke otak saudara-saudara kita ini. Kalau otak mereka rusak, ya yang harusnya bertanggung jawab salah satunya ya Sri Utami.
Bukan daripada saia! Makanya malam ini setelah berdamai, saia ajak Tukang Nasgor ini diskusi tentang Sri Utami.
" Ya karena Sri Utami membawa-bawa nama Kediri, kang! Dia ngakunya orang Kediri. Entah sebelah mananya. Ngeselin kan! Saia kan orang Kediri juga, malu dong kalau ada orang Kediri ngerusak mental orang kayak you..you ini, gimana sih sampean!" Jawab saia akhirnya.
Saya pura-pura sewot sambil beranjak pergi. " Ehh..Ehh…kok panjenengan nyemprot daripada saia toh mas. Hahaha…oalahhh, cah Kediri toh. Pantes kritis dan pintarr…hahaha.." Masih terdengar pujian yang agak ironi itu.
Ironi karena saya baru membahas salah satu orang Kediri yang keblinger karena otaknya Kram, Sri Utami… "….Ndang Baliko, Sri..ndang baliko Sri…" Yang saya ingat jadi lagu pop jawa Sony Jos yang sempat ngetop belasan tahun lalu. Sedangkan artikel tentang Gravure Idol dan sebangsanya blasss…ora eling alias tidak ingat.
Dasar Sri Utami…Lonteeeeeee!!!
