Hanya tulisan Retjeh...

Articles by "FOOD STORY"

10. Singapura: Koka Mie Goreng Instan yang tak perlu digoreng, Aroma Lada Hitam Pedas

20120309-196558-number-10-koka.jpg
Dalam kemasan KOKA berisi sekeping Mi yang rendah lemak. Tapi rasanya saya jamin membuat Sampean ketagihan. Terutama Mie rasa sayurnya.
Rasa pedasnya pas. Nggak terlalu menyengat. Sehingga selain bisa diterima lidah orang Asia pada umumnya, bisa pula dikonsumsi orang barat yang tak terlalu suka pedas. Sehingga bisa diterima masyarakat dunia pada umumnya dan akan ada peluang ekspor ke luar Asia.
Rasanya makin Yummy kalau Sampean masak dengan telur ceplok atau dadar. Tapi yang khas dari aroma Mie ini adalah bumbu lada hitamnya.
Yukkk..mariiii!

9. Hong Kong: Doll Instant Noodle, Rasa Ayam Buatan

20120309-196558-number-9-doll.jpg
Hey...Jangan salah yaa! 'Rasa ayam buatan' artinya bukan ayamnya yang buatan. Tapi mengacu pada kaldu Ayam buatan. Dan Sampean akan bilang, " Betapa membosankan Mi Instant Rasa Ayam. Karena kebanyakan Mie Instant di produksi dengan rasa ayam, kan?
Tapi jangan salah! karena Kaldu Ayam yang terkandung di  Mie Merk Doll ini beda. dibuat untuk membuat badan hangat. Khas Kuliner yang dijual di negara 4 musim. Tambahkan telur untuk menambah kelezatan.
Demen makan? demen banget! Pecahhhh...(apalagi ini)

8. Jepang: Sapporo Ichiban Shio Ramen Noodles

20120309-196558-number-8-sapporo.jpg
Yup! Ini Mie asal negeri Miyabi. Disana lazim disebut Ramen. Walau baru saya tambahkan dalm daftar karena baru saya temukan hasil searching, tapi soal rasa bolehlah diadu. Namanya Shio. Entahlah, apa Shio ini ada hubungannya dengan Shio yang dalam istilah China adalah Horoskop itu atau tidak.
Isian Mie ini masih kayak Doll, khas negara Asia empat musim. dikasih campuran bahan yang bisa menghangatkan suhu tubuh saat musim dingin. yaitu mentega, ada pula tambahan ayam panggang, telur panggang dan sebungkus kecil Wijen turut disertakan dalam kemasannya. Ya, semua disatukan dan dijual sepaket dalam kemasan. Jadi kalau membeli Ramen ini tak perlu nambah telur atau ayam lagi. Dari pengalaman, Mie ini di Jakarta bisa dibeli di Ranch Market.
Mak Nyuss....


7. Korea: Nong Shim Shin Ramyun Black Premium Noodle Soup

20120309-196558-nomor-7-nongshim.jpg

Tak peduli apapun namanya, orang Inggris nyebut Noodle, orang Indo nyebut Mie, orang Tiongkok nyebut Sānchóng, orang Jepang nyebut Ramen, orang Korea nyebut Ramyun, di Italia ganti nama setelah di modif dikit, jadi Spaeghetti. Toh bentuknya tetaplah sama. Nah, yang aneh pada Mie ini adalah namanya : Nong Shim Shin Ramyun Black Premium Noodle Soup. 
Apa maksudnya?
udah disebut Ramyun, disebut pula Noodle Soup. Hal ini mengingatkan kita pada Indomie rasa Mie Goreng. Indomie adalah Mie, jadi semua orang udah tahu kalau itu produk Mie, dikasih pula nama Mie Goreng. Kalimat yang membingungkan, kan? 
Seperti ketika sampean bilang, " Battery Handphone saia Low bat, " Nah, Battery Low bat, pengulangan kata yang sebenernya udah jelas. 
Ah...sudahlah. 
Yang jelas kemasan maupun isian Mie ini lebih besar. Dalam paket kemasan disertakan pula daging sapi beku. Bumbu pedas warna merah, Bawang Bombay, serta Sop Buntut!
Ramyun akan tambah nikmat jika dimasak bareng Sawi Hijau atau dikalangan masyarakit Asia disebut bok choy dan ditambahkan sepotong American Cheese. Itu cara makan khas Korea. 

Japan: Myojo Hyoubanya no Chukasoba Noodles, Oriental Flavour

20120309-196558-nomor-6-myojo.jpg

Peringkat keenam adalah Myojo Hyoubanya no Chukasoba Noodles Rasa Oriental. Nah, rasa oriental itu yang kayak apa ya. hahahah, udahlah.
Tapi Mie ini sangat 'Jepang' baik dari segi kemasan maupun rasa. Ibarat kata kayak Honda Legend yang hanya dibuat dan dipasarkan di Jepang sebagai konsep mobil Japan Domestic Market. 
Ah..mari bahas Mie lagi. 

Mie ini diproduksi dengan rasa dan aroma Seafood. Tapi kalau Sampean mau menambahkan telur atau daging ayam juga nggak salah. Siapa yang ngelarang, duit Sampean sendiri kan, nggak ngutang. buahauahuahauha..
Hushhh! makan yukkk


5. Indonesia: Mie Sedaap Instant Kari Spesial Bumbu Kari Kental


20120309-196558-nomor-5-sedaap.jpg

Pemain kelima adalah produk Indonesia, berasal dari Surabaya. Wings Food!
Rupanya Wings yang awalnya memproduksi sabun dan komestik ini tak akan membiarkan Indofood melenggak sendiri menikmati gurihnya pasar Mie Instant tanah air. 
Dikasih nama Sedap sebagai wujud ekspektasi bahwa mie ini benar-benar sedap. Dan nama Sedap itu sesuai dengan ekspektasi. Mie ini benar-benar sedap. Walau varian baru dalam line up Mie Sedap, tapi soal rasa Mie Sedap Bumbu Kari kental ini sudah membuktikan diri bahwa soal rasa dia layak diperhitungkan. 
Nurut saya pribadi, soal rasa dan aroma Kari, Mie ini amatlah 'dapet' ya. Bener-bener kental dan berasa Karinya. Berminyak ala Kari beneran. Dengan tingkat pedas sedang, Mie ini layak direkomendasikan. 
Isian seperti layaknya Mie produksi dalam negeri, agak kecil. Karena konon emang kayak gini konsep berat jenis Mie Instant yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia. Cenderung kecil. Buat apa dibuat gede, toh nanti dimakan sama nasi juga kan? 
Nah, lho!
O ya, untuk nama itu emang dibiarkan kayak gitu, kemanapun Mie Sedap di Ekspor. Karena itu trade Mark, bukan mengacu pada bahasa.


4. Jepang: Sapporo Ichiban Japanese Style Noodles Chow Mein


20120309-196558-nomor-4-sapporo.jpg

Nah, nah...kalau yang ini bener-bener Mie yang di produksi ditanah kelahiran Miyabi Maria Ozawa. yaitu Sapporo. Sapporo Ichiban artinya nomor satu di Sapporo. Jadi arti keseluruhan kira-kira Mie Jepang gaya Sappporo nomor satu. Kelas wahid....
rasa cenderung manis dan asin kayak rumput laut. Dalam sebungkus Mie yang dijual disertakan pula Rumput Laut yang telah diolah sedemikian rupa. Menegaskan bahwa Mie ini dibuat untuk masyarakat pesisir Sapporo 


3. Jepang: Nissin Yakisoba dengan Mayones / Mustard Packet


Ketiga adalah Nissin Yakisoba dengan bumbu Mayones/Mustard. Teksturnya mirip Indomie. Mie bulat dan agak keriting. 
Sejatinya yakisoba adalah 'Spies' sendiri. Semacam Mie, kalau dibilang bukan Mie, bentuknya kok ya Mie. kalau dibilang Mie, jenis ini kok dikasih nama sendiri, ya Yakisoba itu. Tapi Overall, Yakisoba adalah Mie Goreng Khas Jepang. Standartnya Yakisoba dimakan dengan sayuran dan daging serta saus khas Yakisoba.
Dan merk ini dibuat dengan konsep Mie Goreng. Tapi nggak perlu di goreng beneran. Bahkan nggak pakai direbus. Hanya perlu direndam dalam air mendidih selama beberapa menit. dalam kemasan disertakan Mayones dan sayuran, semua tinggal rendam, tiriskan, campur bumbu dan sayur, sikaatttt!

2. Indonesia: Indomie Mi Goreng Rasa Ayam Panggang/Rasa Ayam BBQ


20120309-196558-nomor-2-indomie.jpg

Nomor dua kembali diisi Mie produksi anak negeri. Entah negeri yang mana, karena kenyataannya Om Liem/Sudono Salim/Liem Sioe Liong, lahir bukan di Indonesia, dan meninggal pun nggak di Indonesia pula kan? itu fakta! 
Tapi karya Om Liem buat negeri ini emang luar biasa! Mendinglah, Om Liem punya kontribusi besar buat negeri ini. Tanpa Om Liem Sampean yang anak Kos nggak akan ngenal Indomie kan? 
Dan Mie terlezat kedua ini di duduki oleh Indomie Mie Goreng rasa Ayam Panggang kemasan besar. Buat yang dipasarkan dalam negeri emang bumbu standart kayak varian Indomie Goreng yang lain, tapi yang dipasarkan diluar negeri terutama negara empat musim, ditambahkan acar Jahe. Hhmm...gimana rasanya ya... 



1. Indonesia: Indomie Mie Goreng Keriting Spesial


20120309-196558-nomor-1-indomie.jpg

Dan inilah pemenangnya!
Indonesia tetap nomor satu cuyy! Indomie Mie Goreng Keriting! varian ini sudah sejak penghujung tahun 90 an diproduksi. Tak lain untuk memberi alternatif konsumen terhadap produk Mie Goreng dari Indofood yang sudah terlebih dahulu dipasarkan. 
Produk kayak gini biasanya diproduksi untuk beberapa tujuan. Pertama, untuk kasih alternatif agar konsumen nggak bosan dengan produk yang sudah ada. Kedua, kasih semacam 'Up Grade' supaya kalau konsumen pengin produk lebih bagus, premium, nggak akan berpaling. Dari segi kemasan, Mie ini dibuat lain daripada yang lain. Aksen emas di sekeliling bungkusnya seolah Mie ini memiliki segmen tersendiri. Untuk pasar Indonesia dijual dengan harga sekitar Rp 3500,- Beda seribu perak dengan Indomie yang lain. Dalam kemasan ditambahkan sayur kering, ini yang menegaskan bahwa Mie ini emang layak dijual lebih mahal. Sebenernya ada beberapa varian rasa di line up ini. Tapi yang paling enak adalah yang rasa Spesial ini.

Penulis : YS Pujiono ( Dari berbagai Sumber)

Congrat Indomie, Congrat Indofood, Selamat Ulang tahun Indonesiakuuuu...

















Kalau You orang Indonesia, pasti you pernah makan Rendang. Atau paling nggak pernah denger lah ya. Keterlaluan kalau you ngaku orang Indo tapi nggak tahu Rendang. Nah, masakan khas Minang ini udah termasyur kelezatannya ke seluruh penjuru Planet. The best Food On Earth!
Apalagi waktu CNN menobatkan Rendang sebagai olahan daging terlezat di Planet Bumi. W.O.W!!!
You harus bangga jadi orang Indo. Apalagi harganya relatif terjangkau. Setidaknya dibanding Steak. Mungkin You bisa membohongi orang lain karena You kaya hingga you lebih memilih Steak untuk menjamu pacar gelap atau Istri Simpanan. Tapi You punya lidah nggak bakal bisa bohong bahwa Rendang emang nendang. Rasanya yang nendang maksudnya.

Resep lain : Kue Ketan

Nah, bagi You yang pengin nyobain masak Rendang, nih ada resepnya..

Bahan-Bahan
  • 1 kg Daging sapi pilihan, potong ukuran sesuai selera
  •  3 buah kelapa Tua, jadikan santan kental
  • 15 butir Bawang merah
  • 8 siung Bawang putih
  • 1 ons Cabai merah (kriting)
  • 2 cm Jahe
  • 2 cm lengkuas memarkan
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 2 batang Sereh geprek terlebih dahulu
  • 2 biji asam kandis
  • 2 buah Bunga pekak
  • 3 lembar Daun jeruk
  • 4 lembar Daun salam
  • 1 lembar Daun kunyit
  • Garam
  • Gula pasir
Bahan pelengkap
Kelapa serundeng yang sudah disangrai terlebihdahulu
1 ons Hati sapi potong dadu kecil kemudian rebus
Cara Membuat
Haluskan terlebih dahulu bawang merah dan putih, cabai, jahe dan lengkuas
Mulai ungkep daging sapi yang sudah dipotong-potong dengan bumbu yang dihaluskan, tunggu sampai ber uap dan daging ungkepan kering.
Masukan santan kental, merica bubuk, sereh, asam kandis, bunga pekak, daun jeruk, daun salam, garam dan gula pasir, kemudian aduk hingga merata, jangan lupa daun kunyit juga tapi sobek-sobek terlebihdahulu
Tunggu sampai santan mendidih, dan sedikit mengeluarkan minyak, kemudian kecilkan api
Campurkan bahan pelengkap kedalam rendang kemudian aduk lagi sampai merata
Usahakan terus di aduk-aduk agar rendang tidak menempel pada wajan, tunggu sampai rendang berubah warna dan mengering
Angkat rendang, dan siap untuk disajikan.
Tips tambahan
Untuk menambah keempukan daging rendang yang kita buat usahakan daging yang sudah dipotong sebaiknya dipukul atau digeprek terlebih dahulu baru kemudian di ungkep
Dalam proses pengungkepan daging rendang yang empuk dan enak biasanya memerlukan waktu yang agak lama kurang lebih semalaman penuh atau seharian, agar bumbu yang dipakai meresap
Dalam memasak santan usahakan santan tidak pecah dan caranya dengan menggunakan gerakan memutar ke atas seperti ketika menimba.
Itulah Resep Membuat Rendang Padang Asli Empuk dan Enak, sajikan untuk lebih nikmatnya menggunakan nasi hangat, lalapan dan sambel ijo.






Sajian masakan Erwe : Ilustrasi/Pribadi
Erwe (RW:rintek wuuk/bulu halus : Bahasa manado) yang mengacu pada daging Anjing, yang secara umum dituturkan di Jawa adalah masakan berbahan dasar daging anjing, sebenernya adalah sejenis ramuan bumbu yang bisa dipakai masak untuk beberapa jenis daging lain selain anjing.
Selain anjing, yang bisa dimasak dengan bumbu RW adalah daging Bebek dan Ayam kampung.
RW sendiri adalah resep khas Manado. Bahan dasarnya ya itu tadi, bisa berupa daging bebek, ayam kampung dan Anjing.
Untuk saudara-saudara di jawa, yang mayoritas muslim, tentu saja tidak biasa dan haram mengkonsumsi daging anjing, kayaknya mesti mencoba resep ayam kampung atau bebek. Pasti Maknyusss!!!
Hhhmmm....nurut saya, ramuan RW ini lebih mirip, sangat mirip malahan, dengan pedesan bebek Ala Indramayu yang eksotis dan bikin ketagihan itu.
Jadi, kalau satu saat saya masak RW, perlu saya tekankan, bahwa yang saya masak itu daging 'halal', untuk sobat-sobat muslim.
" Makan yuk, ada RW bebek nih, kalau takut kolestrol, ada juga RW ayam."

Jadi mulai sekarang, jangan tabu menyebut kata erwe lagi ya. Karena tidak semua erwe haram....heheheh



Sebenernya Tahu campur adalah makanan khas Lamongan. Tapi warung-warung Tahu Campur bertebaran di seluruh kota di Jawa Timur, terutama Surabaya dan Malang. Saya dari Kediri, dulu awal menginjakkan kaki di Kota Malang mengira bahwa Tahu Campur tuh semacam Tahu Lontong yang dikasih sambal kacang gitu.
Tapi ternyata perkiraan saya meleset. Tahu campur adalah sop daging sapi kenyal, tahu goreng, perkedel singkong, taoge segar, selada air segar, mi kuning, dan kerupuk udang. Sop daging sapinya lain daripada yang lain, karena menggunakan petis sebagai bumbu pelengkap. Tak lupa juga bawang goreng, dan sambal. Sepeninggal saya dari kota Malang ke Jakarta, saya jarang menjumpai makanan yang nurut saya eksotis ini.
Yang saya tahu ada di jalan Pemuda, Jakarta Timur. Dan itu jauh banget dari tempat saya tinggal dikawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat.
Nah, saat saya berkunjung ke Sidoarjo untuk keperluan kerja, sahabat saya ngajakin mencicipi Tahu Campur " Cak To" yang ada di jalan Pahlawan Sidoarjo. Kesempatan yang saya tunggu nih! Pasalnya satu minggu sebelumnya saya berkunjung ke Kota ini, tapi hanya sempat mencicipi Rujak Cingur yang juga khas Jawa Timur
Kami pun meluncur.
" Nggak difoto dulu?" Sahabat saya mengingatkan sebelum makan. Bukannya ngingetin doa dulu, malah foto dulu. Hahaha…
" O iya, tentu saja! Ini bakal materi blog.." Ujar saya buru-buru ngeluarin Ponsel, lalu minta tolong si Mas yang jualan untuk memotret kami berdua.
Pas mau makan, " Eh, doa dulu!" Ganti saya yang mengingatkan.
" Oh iya ya…"
Dan kami pun doa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Kebetulan keyakinan kami sama, jadi ya sama-sama doa. Heheheh
Suapan pertama, tak sabar rasanya melahap kuah gurih dan manis khas ini.
Sluuurrrppp…segarrr!
Hangatnya seolah mennyelimuti hati kami, husshhhh, salah! Yang bener, hangatnya membuat tubuh menjadi hangat karena cuaca dingin seusai hujan dikota sidoarjo. Ditambah teh manis hangat membuat kenikmatan ganda pada kuliner eksotis ini.
Pas bayar, Tahu Campur dua porsi dihargai RP 26.000,- dan the manis dua gelas Rp 8.000,- terjangkau banget kan.
Pas saya sodorkan duit ke kasir tak sengaja mata saya melihat PIN bulat bersimbol Google beserta tulisan, " Jangan Lupa Ulas Kami di Google"
Nah lhoo…apa kubilang, bahkan Google pun ngasih PIN tanda ini makanan rekomendasi sebagai Place to visit!
Mungkin esok hari saya akan meneruskan kelana Kuliner saya di seantero Jawa Timur, tapi Tahu Campur Cak To jalan Pemuda Kota Sidoarjo akan saya bawa terus dalam angan saya sebagai makanan yang layak untuk direferensikan.
Salam Tahu Campur!!!


Lontong Cap Go Meh

Apa yang ada ada dalam pikiran sampean ketika mendengar kata Chinese food?
Mie?
Betul!
Daging babi?
Sebagaian.
Lalu apa yang ada di benak Sampean ketika dengar kata Lontong?
Sebuah masakan berbahan dasar beras yang dibungkus daun pisang atau plastik lalu direbus sehingga membuat bongkahan nasi. Lontong adalah masakan khas jawa.
Lalu ketika Lontong dicampur Opor ayam, sambal goreng ati, sayur lodeh, dan bubuk koya, maka jadilah masakan setengah Tionghoa.
Lho?
Lha iya, lha wong namanya jadi lontong Cap Go meh. Dan penyajiannya juga pas malam tanggal  lima belas penanggalan Cina sejak Imlek. Cap Go Meh disadur dari Bahasa Hokkian, artinya Cap Go, Lima Belas. Dan Meh, malam.
Dahulu waktu kecil saya pernah hidup di kota Tuban. Sebuah kota kecil di Pantai Utara Pulau Jawa. Nah, hidangan lontong dengan sayur Lodeh ini sudah lumrah ditemui tiap hari.
Tapi masyarakat Jawa di Tuban menyebut lontong Lodeh. Sebenernya Lontong Cap Go Meh juga lontong Lodeh biasa sih.
Tapi Lontong dipakai ganti masyarakat Tionghoa yang umumnya bermukim di pantai utara Pulau Jawa untuk perayaan Cap Go Meh. Yaitu malam tanggal 15 setelah perayaan Imlek.
Sekarang Lontong Cap banyak ditemui pada hari-hari biasa, tak harus nunggu lima belas hari setelah Imlek.
Betapa kaya Indonesia dengan warisan Budaya dan Kulinernya.
Baca juga : Masakan Jawa cenderung manis, ini sebabnya

Ilustrasi : Pecel Sayur

Manisnya kuliner jawa karena campuran gula, karena dahulu untuk menyedapkan makanan memang menggunakan campuran gula dan garam. Saat itu belum ada vetsin. Vetsin ditemukan setelah perang dunia 2 oleh militer Jepang. Karena untuk merangsang nafsu makan tentara Jepang.
Pas perang dunia memang nafsu makan Tentara Jepang terbilang susah. Makanya supaya nafsu makan bertambah diciptakanlah Vetsin, bahasa kimianya Sodium Cyclemate.
Sejak itulah penyedap rasa digunakan untuk penyedap masakan.
Sebelumnya, masyarakat Jawa menggunakan campuran Gula dan Garam sebagai penyedap. Di daerah tertentu, masakan Jawa manisnya cukup dominan. Taruhlah Orek Tempe, Gudeg, Pecel kacang.


Ilustrasi: Wingko Tanpa Kemasan
FOOD STORY


Sejatinya Wingko adalah makanan khas Kota Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Terbuat dari tepung Ketan dan campuran Kelapa muda dan Gula. Kenapa disebut Wingko Babat, ya karena pertama kali diperkenalkan di Kota Babat. Nurut opini pribadi saya, makanan ini adalah makanan khas masyarakat Etnis Tionghoa yang tinggal di Babat. Karena sampai saat ini banyak menggunakan nama Tionghoa, yang terkenal adalah Loe Lan Ing.


Saya sangat mengenal wingko, karena dari kecil saya suka diajak bepergian antara Tuban dan Kediri. Tuban tempat saya waktu kecil sampai umur 4 tahun. Selanjutnya saya ikut Simbah ( Kakek-Nenek) di Kediri. Tapi sering bepergian ke kota Tuban Via Babat.


Di terminal kota Babat inilah banyak dijajakan Wingko.
Saya tidak tahu, kalau pada perkembangannya ternyata Wingko banyak dijual dikota Semarang. Rupanya di kota inilah berkembang beberapa varian Wingko lain, ada yang isi Coklat, Keju dan lain-lain.
Dan masyarakat malah mengenal bahwa Wingko berasal dari kota Semarang.
Lain Wingko lain Bika Ambon. Pasti kalau belum tahu kita mengira bahwa ini kuliner Ambon yang numpang tenar di Medan seperti halnya Wingko babat.
Salah!


Bika adalah jajanan Melayu asli, dan nggak ada hubungannya sama Ambon. Penganan berbahan dasar Telur, Gula dan santan ini dibuat pertama kali di Simpang Jalan Ambon, Sei Kera Kota Medan. Penamaan akhiran 'Ambon' mengingatkan kita pada Bakpia Patok, Yogyakarta. Dari kedua yang saya sebut diatas, hanya Bakpia Patok yang asli Patok, dan yang terkenal dibuat di Patok.
Makanan selanjutnya yang akan saya bahas adalah Pizza. Pizza adalah Roti berbentuk pipih, membulat kayak kerupuk bulat. Bukan kayak bentuk bumi. Puji Tuhan, sampai saat ini saya masih beranggapan bentuk bumi bundar, kayak Onde-onde, bukan kayak pizza.


Makanan ini sejatinya emang berasal dari Italia. Tapi antara abad 17-18 banyak imigran dari Napoli yang datang ke New York memperkenalkan ke Megapolitan ini.
Seiring perkembangan jaman, Pizza mengalami evolusi. Topingnya bermacam-macam, selain saus Tomat, Keju Mozzarila, Daging, Sosis dan lain-lain.


Seperti halnya Al Pacino, Pizza adalah nama Italy yang Numpang tenar di negeri Uncle Sam.
Sedangkan Pizza hut, sampai tulisan ini saya buat, Pizza Hut tidak ada hubungan sama sekali dengan pihak Italia. Pizza Hut adalah perusahaan Waralaba asal Wichita, Kansas dan satu Grup (anak Perusahaan ) Yum!Brand, sebuah restoran fastfood terkenal di negeri Guns And Roses.


Kalau Fitsa hats?


Maaf, saya rasa saya masih waras, dan nggak akan melafalkan Pizza dengan kata yang nggak wajar!



Ilustrasi : Sandwich

FOOD STORY-Sekarang saya akan tulis tentang satu makanan lagi. Yaitu, Sandwich atau roti isi. Janji deh, kali ini nggak ada hubungan sama kekoplakan atau dunia perkoplakan yang bener-bener koplak dinegeri ini. Ini murni tentang sejarah daripada makanan yang sering kita santap tanpa kita tahu ikwal makanan berasal.
Sandwich adalah dua potong roti yang tengahnya diisi beberapa macam bahan makanan. Tapi yang lumrah sih sayuran, misalnya, selada, tomat, dan atau irisan bawang bombay (sesuai selera). Untuk menambah rasa biasanya juga diolesi dengan mayonaise atau saus. Bisa saus cabe atau tomat.
Kalau kalian sering nonton film-film Holywood, sering kali di subtittle
Ditulis "roti isi" ketika ada dialog yang menyebut Sandwich. Tapi penamaan Sandwich yang mengacu pada roti isi berdasar apa?
Ini yang akan kita bahas.
Alkisah seorang bangsawan pemain kartu yang udah bener-bener kecanduan dari negeri James Bond bernama Earl of Sandwich IV. Saking gilanya pada permainan kartu, tuh bangsawan sampai lupa waktu makan.
Makanya, demi bisa terus bermain kartu, dia malan daging yang diapit dua buah roti yang dimakan sebelah tangan, sementara tangan satunya lagi terus memainkan kartunya. Gila!
Earl adalah gelar bangsawan England, sedangkan Sandwich adalah nama kota, semacam kabupaten gitu kalau disini. Jadi gelar Earl ini semacam gelar Raden gitu. Earl sendiri menduduki peringkat 3 dalam susunan gelar kebangsawanan di Inggris setelah Duke dan Marquess
Jadi yang mengenalkan roti adalah Earl Of Sandwich. Selanjutnya roti isi ini disingkat menjadi Sandwich yang berarti nama Kota.
Nah, ternyata sampai saat ini belum ada satu makanan pun yang menggunakan nama manusia. Sebut saja Hamburger, yang mengacu pada makanan orang Hamburg. Soto Lamongan, wingko Babat, dan...tahu kediri.
Lalu ada nggak makanan yang pakai nama binatang?
Banyak!
Sebut saja, sate kambing, soto ayam. Dan juga bakso, Babi! Atau sengsu yang terkenal di Yogyakarta. Sengsu adalah singkatan. Nama panjangnya adalah : Oseng-oseng, Asu! :D
Setelah bahas wingko dan bika, sekarang saya akan tulis tentang satu makanan lagi. Yaitu, Sandwich atau roti isi. Janji deh, kali ini nggak ada hubungan sama kekoplakan atau dunia perkoplakan yang bener-bener koplak dinegeri ini. Ini murni tentang sejarah daripada makanan yang sering kita santap tanpa kita tahu ikwal makanan berasal.
Sandwich adalah dua potong roti yang tengahnya diisi beberapa macam bahan makanan. Tapi yang lumrah sih sayuran, misalnya, selada, tomat, dan atau irisan bawang bombay (sesuai selera). Untuk menambah rasa biasanya juga diolesi dengan mayonaise atau saus. Bisa saus cabe atau tomat.
Kalau kalian sering nonton film-film Holywood, sering kali di subtittle
Ditulis "roti isi" ketika ada dialog yang menyebut Sandwich. Tapi penamaan Sandwich yang mengacu pada roti isi berdasar apa?
Ini yang akan kita bahas.
Alkisah seorang bangsawan pemain kartu yang udah bener-bener kecanduan dari negeri James Bond bernama Earl of Sandwich IV. Saking gilanya pada permainan kartu, tuh bangsawan sampai lupa waktu makan.
Makanya, demi bisa terus bermain kartu, dia malan daging yang diapit dua buah roti yang dimakan sebelah tangan, sementara tangan satunya lagi terus memainkan kartunya. Gila!
Earl adalah gelar bangsawan England, sedangkan Sandwich adalah nama kota, semacam kabupaten gitu kalau disini. Jadi gelar Earl ini semacam gelar Raden gitu. Earl sendiri menduduki peringkat 3 dalam susunan gelar kebangsawanan di Inggris setelah Duke dan Marquess
Jadi yang mengenalkan roti adalah Earl Of Sandwich. Selanjutnya roti isi ini disingkat menjadi Sandwich yang berarti nama Kota.
Nah, ternyata sampai saat ini belum ada satu makanan pun yang menggunakan nama manusia. Sebut saja Hamburger, yang mengacu pada makanan orang Hamburg. Soto Lamongan, wingko Babat, dan...tahu kediri.
Lalu ada nggak makanan yang pakai nama binatang?
Banyak!
Sebut saja, sate kambing, soto ayam. Dan juga bakso, Babi! Atau sengsu yang terkenal di Yogyakarta. Sengsu adalah singkatan. Nama panjangnya adalah : Oseng-oseng, Asu! :D

Pada pertengahan  tahun 80an, ada grup musik FOOD STOERYFOOQosidah yang ngetop. Salah satu hitnya adalah tahun 2000. Itu judul lagu ya Cyinnnn...
Liriknya kira-kira gini, "...Tahun dua ribu, tahun harapan, tahun yang penuh tantangan..." Lagu itu tenar sekitar pertengahan tahun 80an.
Masih inget bener, Nasidaria pernah konser di kampung kami, Desa Nglumbang Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Saya waktu itu ikutan nonton dengan harga tiket Rp 250,-
Memori masa kecil kembali bangkit tatkala dalam perjalanan dari Jakarta ke Surabaya. Tepatnya ketika di Jalan Raya Walisongo, kawasan Tugu, Semarang, Jawa Tengah.
Jarum jam menunjukkan pukul 7.00 WIB pagi ketika mobil kami sampai disana. Karena lelah nyetir dan perut lapar, Eikke bersama sobat Rony mampir.
Sebagai mana Soto Khas Jateng, Soto Ayam Nasida Ria disajikan dalam mangkok Kecil. Mungkin kalau Yiech pernah makan Soto Kudus akan tahu porsi Soto Semarang. Ya segitu...
Selain soto, ada pula makanan tambahan atau bahasa gaulnya 'Toping'. Ada Tempe, sate Telur puyuh, sate Jerohan, Kerupuk dan lain-lain.
Seporsi Soto Ayam dihargai Rp.5.000,-.
Hah?! Hak salah?
Ya nggak lah!
 Lha wong kami berdua makan 4 Mangkok Soto Ayam, perkedel 2 biji, Kerupuk dan Teh manis hangat dua gelas, kena harga Rp 35.000,-. Woww!
Sebenernya awalnya saya ragu soal rasa dan harga. Kenapa?
Soal rasa, misalnya, Eikke curiga nanti jangan-jangan warung ini numpang tenar Grup Nasida Ria sehingga mengesampingkan rasa. Tapi kecurigaan Eikke meleset!
Wuihhh! Kuah sotonya itu lho, bikin nagih...segar dan gurih. Jadi sampai disini Brand Soto Nasida Ria berbanding lurus dengan rasa soto yang ...hmmmm, top!
Lalu soal harga, bukannya apa, kami pernah punya pengalaman yang agak kurang enak waktu makan malam dipinggir jalan di Kawasan Simpang Lima Semarang. Waktu itu kami bawa mobil Merk Daihatsu Xenia ber-plat nomor B, dan karena beberapa sobat nggak bisa bahasa Jawa, kami ngobrol pakai bahasa Indonesia. Ehhh...kami di 'Tembak' harga. Nasi yang disajikan pakai daun pisang (Pincuk), yang normalnya dijual dengan harga Rp 8.000,- itu hargai Rp. 15.000,- per porsi. Mentang-mentang kami orang jauh dan pakai Mobil. Nah kan....sewot nggak tuh. Itu kejadian tahun 2011 lho.
Nah, pas di Soto Ayam Nasida ria, kami malah pakai Toyota Fortuner, Plat B. Dan karena Bro Rony nggak bisa bahasa Jawa, maka kami bertutur pakai bahasa Indonesia. Toh Nasida Ria nggak ngerjain kami. Tetap dengan harga wajar.
Singkat kata, kalau Brother dan sister kebetulan mampir Semarang, jangan lupa cobain kuliner Soto khas Semarang ini.
Cusss.....!!!

Sebagaimana pada postingan terdahulu tentang kota Malang, saya sebut bahwa salah satu kuliner khas kota Apel adalah Bakso. Lebih spesifiknya Bakso Presiden..
Bakso Presiden adalah Brand yang jadi tuan rumah negeri sendiri. Sebuah Brand Yang begitu kuat posisinya ditengah gempuran kuliner waralaba Asing, sebangsa KFC, Mc Donald atau Pizza Hut.
Lalu apa keunikan Bakso Presiden dibanding Bakso lain yang ada di kota Malang?
Bakso Presiden sangat otentik! Sangat khas sebagai makanan Khas kota Malang. Rasanya benar-benar masih orisinil sebagai Bakso Malang. Disamping itu Variannya juga bermacam-macam. Nah, masalah Varian  isi inilah yang membedakan bakso presiden dengan Bakso lain di Indonesia. Kalau bakso Solo hanya bakso rebus, ada halus, ada pula yang berbahan urat sapi. Lalu Tahu dan gorengan beserta sayuran macam Kol dan sawi atau Kecambah.
Kalau Bakso presiden ada lima varian lebih.
Ada Bakso goreng, ada Siomay, gorengan, Bakso Urat, bakso telur puyuh, bakso halus, bahkan bakso bakar! Tahu ada dua macam juga. Ada Tahu Goreng, ada juga Tahu putih ( Tahu rebus yang di dalamnya diisi bahan bakso)..
Salah satu rahasia gurihnya kuah bakso Presiden adalah kaldu sapi yang asli. Hasil rebusan tulang kaki dan sumsum. Jadi kalau Yiech makan, tanpa pakai Vetsin/penyedap rasa, Bakso Presiden sudah gurih dari sononya.
Harga Bakso Presiden pun bervariasi. Tergantung permintaan dan jumlah varian yang kita makan.
Selain itu ada juga harga paket. Dalam satu paket bakso terdiri dari Semua varian yang ada, masing-masing varian sepotong.
Kisaran harganya dari IDR 20.000,- Sampai IDR 50.000,-..tergantung kekuatan Yiech punya perut. Yiech bisa custom pesanan.
Sebenernya ada beberapa Gerai Bakso Presiden di Kota Malang. Tapi yang paling Familiar ya yang ada di belakang Mitra 2. Tepatnya di jalan Letjen Sutoyo. Kalau dari arah Surabaya, sebelah kiri Jalan. Bisa juga diakses dari Jalan Ciliwung. Karena letaknya memang diantara kedua Jalan itu. Uniknya, warung bakso Legendaris ini berada tepat dipinggir rel Kereta Api. Jadi kalau ada kereta api yang lewat, dan kita lagi seru-serunya mengunyah bakso, ada sensasi tersendiri yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Wuuuzzzz....
O ya, kabar gembira buat Arek Malang yang tinggal di Jakarta, Bakso Presiden juga buka Cabang di Jakarta. Satu-satunya di Jakarta nih. Lokasinya di Alamat: Jl. Meruya Ilir, RT.2/RW.6, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Ini nggak jauh dari tempat tinggal Eikke.
Demen makan??? Demen bangetttt! Pecahhhh....
Tulisan opoooo iki!
#Bakso #Kuliner #Baksopresiden #Malang

-Opini pribadi-

Foto : Bakwan (Pribadi)

Waktu itu pernah saya bahas tentang 'apalah arti sebuah nama'. Mungkin buat manusia, maksudnya nama manusia, gak terlalu penting. Mau ente bernama Tono, Toni, Charles, Michael, atau karmin pun, yang dinilai adalah tindak-tanduknya. Yang dinilai adalah karyanya, manfaat buat sekitar. Sekalipun nama Yiech Joko, tapi kalau Yiech seorang presiden, orang lewat di depan yiech pun gak akan segampang melangkah. Sekalipun Yiech punya nama Michael, kalau kemampuan yiech sekedar tukang tambal ban, orang akan dengan mudah ngeledekin yiech.

Gak percaya?

Presiden kita namanya Joko, bisa nggak yiech jalan di depan beliau tanpa pengawasan?

Michael?
Kemarin Eikke tabok gara-gara nambal ban, tapi  ban eikke malah bocornya makin banyak kayak otaknya yang bocor.
Itu kalau obyek penamaan pada manusia.

Resep : Rendang Daging

Tapi lain manusia lain makanan.
Kalau nasi uduk, Seporsi pakai telor ceban alias sepuluh ribu. Kalau namanya nasi lemak harganya bisa tiga kali lipat. Atau gado-gado yang namanya jadi Indonesian spicy vegetable salad yang harganya delapan puluh ribu. Padahal gado-gado Cuma lima belas ribu lho!
Lain gado-gado lain pula telur dadar. Telur dadar tiga ribu perak, tapi setelah jadi omelette melambung jadi empat puluh ribu.

Tapi ada satu makanan, sekalipun berganti nama sepuluh kali tetaaappp aja gak naik derajatnya. Gak naik harga, dan masih gitu-gitu aja.
Apa itu?
Bakwan!
Coba cek, di Jakarta  namanya Bakwan. Di Tangerang, Bogor dan beberapa tanah Pasundan lainnya disebut Bala-bala. Di Malang di sebut Hweci. Di Kediri dibilang Ote-ote. Di Makasar disebut Bika Doang.
Tapi sekeras apapun usaha Bakwan untuk ganti nama, tetap aja harga dan nasibnya kagak bakal berubah! Paling banter harganya seribu perak!

Penulis : YS Pujiono

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget