Hanya tulisan Retjeh...

Articles by "Kuliner"

10. Singapura: Koka Mie Goreng Instan yang tak perlu digoreng, Aroma Lada Hitam Pedas

20120309-196558-number-10-koka.jpg
Dalam kemasan KOKA berisi sekeping Mi yang rendah lemak. Tapi rasanya saya jamin membuat Sampean ketagihan. Terutama Mie rasa sayurnya.
Rasa pedasnya pas. Nggak terlalu menyengat. Sehingga selain bisa diterima lidah orang Asia pada umumnya, bisa pula dikonsumsi orang barat yang tak terlalu suka pedas. Sehingga bisa diterima masyarakat dunia pada umumnya dan akan ada peluang ekspor ke luar Asia.
Rasanya makin Yummy kalau Sampean masak dengan telur ceplok atau dadar. Tapi yang khas dari aroma Mie ini adalah bumbu lada hitamnya.
Yukkk..mariiii!

9. Hong Kong: Doll Instant Noodle, Rasa Ayam Buatan

20120309-196558-number-9-doll.jpg
Hey...Jangan salah yaa! 'Rasa ayam buatan' artinya bukan ayamnya yang buatan. Tapi mengacu pada kaldu Ayam buatan. Dan Sampean akan bilang, " Betapa membosankan Mi Instant Rasa Ayam. Karena kebanyakan Mie Instant di produksi dengan rasa ayam, kan?
Tapi jangan salah! karena Kaldu Ayam yang terkandung di  Mie Merk Doll ini beda. dibuat untuk membuat badan hangat. Khas Kuliner yang dijual di negara 4 musim. Tambahkan telur untuk menambah kelezatan.
Demen makan? demen banget! Pecahhhh...(apalagi ini)

8. Jepang: Sapporo Ichiban Shio Ramen Noodles

20120309-196558-number-8-sapporo.jpg
Yup! Ini Mie asal negeri Miyabi. Disana lazim disebut Ramen. Walau baru saya tambahkan dalm daftar karena baru saya temukan hasil searching, tapi soal rasa bolehlah diadu. Namanya Shio. Entahlah, apa Shio ini ada hubungannya dengan Shio yang dalam istilah China adalah Horoskop itu atau tidak.
Isian Mie ini masih kayak Doll, khas negara Asia empat musim. dikasih campuran bahan yang bisa menghangatkan suhu tubuh saat musim dingin. yaitu mentega, ada pula tambahan ayam panggang, telur panggang dan sebungkus kecil Wijen turut disertakan dalam kemasannya. Ya, semua disatukan dan dijual sepaket dalam kemasan. Jadi kalau membeli Ramen ini tak perlu nambah telur atau ayam lagi. Dari pengalaman, Mie ini di Jakarta bisa dibeli di Ranch Market.
Mak Nyuss....


7. Korea: Nong Shim Shin Ramyun Black Premium Noodle Soup

20120309-196558-nomor-7-nongshim.jpg

Tak peduli apapun namanya, orang Inggris nyebut Noodle, orang Indo nyebut Mie, orang Tiongkok nyebut Sānchóng, orang Jepang nyebut Ramen, orang Korea nyebut Ramyun, di Italia ganti nama setelah di modif dikit, jadi Spaeghetti. Toh bentuknya tetaplah sama. Nah, yang aneh pada Mie ini adalah namanya : Nong Shim Shin Ramyun Black Premium Noodle Soup. 
Apa maksudnya?
udah disebut Ramyun, disebut pula Noodle Soup. Hal ini mengingatkan kita pada Indomie rasa Mie Goreng. Indomie adalah Mie, jadi semua orang udah tahu kalau itu produk Mie, dikasih pula nama Mie Goreng. Kalimat yang membingungkan, kan? 
Seperti ketika sampean bilang, " Battery Handphone saia Low bat, " Nah, Battery Low bat, pengulangan kata yang sebenernya udah jelas. 
Ah...sudahlah. 
Yang jelas kemasan maupun isian Mie ini lebih besar. Dalam paket kemasan disertakan pula daging sapi beku. Bumbu pedas warna merah, Bawang Bombay, serta Sop Buntut!
Ramyun akan tambah nikmat jika dimasak bareng Sawi Hijau atau dikalangan masyarakit Asia disebut bok choy dan ditambahkan sepotong American Cheese. Itu cara makan khas Korea. 

Japan: Myojo Hyoubanya no Chukasoba Noodles, Oriental Flavour

20120309-196558-nomor-6-myojo.jpg

Peringkat keenam adalah Myojo Hyoubanya no Chukasoba Noodles Rasa Oriental. Nah, rasa oriental itu yang kayak apa ya. hahahah, udahlah.
Tapi Mie ini sangat 'Jepang' baik dari segi kemasan maupun rasa. Ibarat kata kayak Honda Legend yang hanya dibuat dan dipasarkan di Jepang sebagai konsep mobil Japan Domestic Market. 
Ah..mari bahas Mie lagi. 

Mie ini diproduksi dengan rasa dan aroma Seafood. Tapi kalau Sampean mau menambahkan telur atau daging ayam juga nggak salah. Siapa yang ngelarang, duit Sampean sendiri kan, nggak ngutang. buahauahuahauha..
Hushhh! makan yukkk


5. Indonesia: Mie Sedaap Instant Kari Spesial Bumbu Kari Kental


20120309-196558-nomor-5-sedaap.jpg

Pemain kelima adalah produk Indonesia, berasal dari Surabaya. Wings Food!
Rupanya Wings yang awalnya memproduksi sabun dan komestik ini tak akan membiarkan Indofood melenggak sendiri menikmati gurihnya pasar Mie Instant tanah air. 
Dikasih nama Sedap sebagai wujud ekspektasi bahwa mie ini benar-benar sedap. Dan nama Sedap itu sesuai dengan ekspektasi. Mie ini benar-benar sedap. Walau varian baru dalam line up Mie Sedap, tapi soal rasa Mie Sedap Bumbu Kari kental ini sudah membuktikan diri bahwa soal rasa dia layak diperhitungkan. 
Nurut saya pribadi, soal rasa dan aroma Kari, Mie ini amatlah 'dapet' ya. Bener-bener kental dan berasa Karinya. Berminyak ala Kari beneran. Dengan tingkat pedas sedang, Mie ini layak direkomendasikan. 
Isian seperti layaknya Mie produksi dalam negeri, agak kecil. Karena konon emang kayak gini konsep berat jenis Mie Instant yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia. Cenderung kecil. Buat apa dibuat gede, toh nanti dimakan sama nasi juga kan? 
Nah, lho!
O ya, untuk nama itu emang dibiarkan kayak gitu, kemanapun Mie Sedap di Ekspor. Karena itu trade Mark, bukan mengacu pada bahasa.


4. Jepang: Sapporo Ichiban Japanese Style Noodles Chow Mein


20120309-196558-nomor-4-sapporo.jpg

Nah, nah...kalau yang ini bener-bener Mie yang di produksi ditanah kelahiran Miyabi Maria Ozawa. yaitu Sapporo. Sapporo Ichiban artinya nomor satu di Sapporo. Jadi arti keseluruhan kira-kira Mie Jepang gaya Sappporo nomor satu. Kelas wahid....
rasa cenderung manis dan asin kayak rumput laut. Dalam sebungkus Mie yang dijual disertakan pula Rumput Laut yang telah diolah sedemikian rupa. Menegaskan bahwa Mie ini dibuat untuk masyarakat pesisir Sapporo 


3. Jepang: Nissin Yakisoba dengan Mayones / Mustard Packet


Ketiga adalah Nissin Yakisoba dengan bumbu Mayones/Mustard. Teksturnya mirip Indomie. Mie bulat dan agak keriting. 
Sejatinya yakisoba adalah 'Spies' sendiri. Semacam Mie, kalau dibilang bukan Mie, bentuknya kok ya Mie. kalau dibilang Mie, jenis ini kok dikasih nama sendiri, ya Yakisoba itu. Tapi Overall, Yakisoba adalah Mie Goreng Khas Jepang. Standartnya Yakisoba dimakan dengan sayuran dan daging serta saus khas Yakisoba.
Dan merk ini dibuat dengan konsep Mie Goreng. Tapi nggak perlu di goreng beneran. Bahkan nggak pakai direbus. Hanya perlu direndam dalam air mendidih selama beberapa menit. dalam kemasan disertakan Mayones dan sayuran, semua tinggal rendam, tiriskan, campur bumbu dan sayur, sikaatttt!

2. Indonesia: Indomie Mi Goreng Rasa Ayam Panggang/Rasa Ayam BBQ


20120309-196558-nomor-2-indomie.jpg

Nomor dua kembali diisi Mie produksi anak negeri. Entah negeri yang mana, karena kenyataannya Om Liem/Sudono Salim/Liem Sioe Liong, lahir bukan di Indonesia, dan meninggal pun nggak di Indonesia pula kan? itu fakta! 
Tapi karya Om Liem buat negeri ini emang luar biasa! Mendinglah, Om Liem punya kontribusi besar buat negeri ini. Tanpa Om Liem Sampean yang anak Kos nggak akan ngenal Indomie kan? 
Dan Mie terlezat kedua ini di duduki oleh Indomie Mie Goreng rasa Ayam Panggang kemasan besar. Buat yang dipasarkan dalam negeri emang bumbu standart kayak varian Indomie Goreng yang lain, tapi yang dipasarkan diluar negeri terutama negara empat musim, ditambahkan acar Jahe. Hhmm...gimana rasanya ya... 



1. Indonesia: Indomie Mie Goreng Keriting Spesial


20120309-196558-nomor-1-indomie.jpg

Dan inilah pemenangnya!
Indonesia tetap nomor satu cuyy! Indomie Mie Goreng Keriting! varian ini sudah sejak penghujung tahun 90 an diproduksi. Tak lain untuk memberi alternatif konsumen terhadap produk Mie Goreng dari Indofood yang sudah terlebih dahulu dipasarkan. 
Produk kayak gini biasanya diproduksi untuk beberapa tujuan. Pertama, untuk kasih alternatif agar konsumen nggak bosan dengan produk yang sudah ada. Kedua, kasih semacam 'Up Grade' supaya kalau konsumen pengin produk lebih bagus, premium, nggak akan berpaling. Dari segi kemasan, Mie ini dibuat lain daripada yang lain. Aksen emas di sekeliling bungkusnya seolah Mie ini memiliki segmen tersendiri. Untuk pasar Indonesia dijual dengan harga sekitar Rp 3500,- Beda seribu perak dengan Indomie yang lain. Dalam kemasan ditambahkan sayur kering, ini yang menegaskan bahwa Mie ini emang layak dijual lebih mahal. Sebenernya ada beberapa varian rasa di line up ini. Tapi yang paling enak adalah yang rasa Spesial ini.

Penulis : YS Pujiono ( Dari berbagai Sumber)

Congrat Indomie, Congrat Indofood, Selamat Ulang tahun Indonesiakuuuu...















                                                       Live Music di Kedai Kopi Magetan


Bagian yang lalu, monggo klik sini..
Malam kedua, saya menghadiri pesta sunatan yang diadakan Pak Djono, beliau ini sponsor saya. O ya, Pak Djono ini salah satu Jemaat Gereja tempat saya beribadah di Jakarta. Jadi Pak Djono ini seorang Kristiani. Mungkin Yiech heran, Kristen kok sunat?
Ya nggak ada salahnya, kan?

Pertama kan Sunat demi kesehatan. Kedua, Sunat ini kan sebenernya tradisi agama-agama Samawi. Jadi sama sekali nggak ada yang salah dengan pesta sunatan ini.
Seperti layaknya pesta orang jawa pada umumnya, langgam-langgam Jawa menjadi sajian utama sebagai musik pengantar makan malam. Lagu-lagu campur sari sampai langgam yang jawa banget, macam dandang gulo dan lain-lain disajikan dalam bentuk 'live', alias Tayuban.
Sayang, saya nggak bisa joget, Hehehe…
Usai pesta, saya didatangi Pak Djonk, " Mas, panjenengan disini dulu ya, nanti saya antar ke penginapan.."
Menu Minuman K3

Saya jadi serba salah, serba sungkan.
Gimana nggak sungkan, tiket dibeliin, dijemput Alphard, ini suruh tinggal dulu disini. Jangan-jangan mau dikasih duit lagi. Jadi tambah nggak enak kan. Hahaha...
Pas tamu sudah pada pulang, Pak Djono menghampiri saya, " Sampean mau jalan-jalan dulu atau bagaimana, mas?"
Menu Makanan

Angan saya langsung melayang. Teringat Kedai Kopi yang kemarin saya kunjungi.
Yap!
K3, Key Three, katiga, Kedai Kopi Kauman.
" Pak Djono, suka ngopi nggak?" Saya balik tanya.
" Ya suka, tiap pagi saya ngopi. Emang kenapa toh?" Pancingan mengena, pak Djono penasaran.
" Pak Djono kan orang asli Magetan..."
" Iya, benar..."
" Disini ada semacam kedai Kopi yang otentik nggak? Maksudnya Kedai yang menyajikan kopi-kopi pilihan dengan berbagai cara menyeduh nggak?" Saya terus memancing.
Nasi Goreng Selimut 

"Hmmm....maksudnya kayak Kedai modern macam Excelso, Starbucks, begitu?"
" Betul, tapi dengan sentuhan lokal, gitu. Dengan gaya warung kopi khas tahun 80an. Bapak tahu?"
" Wah...dimana ya, Mas...lha sampean ini kok rekues aneh-aneh. " Hampir saja Pak Djono pergi karena merasa nggak bisa memenuhi permintaan saya.
" Eh, Pak Djono, tunggu! Saya kemarin nemuin kedai kayak gitu. Baru buka sih. Kalau bapak mau kita kesana, hari ini Grand Opening, ada live music pula.."
Pak Djono menghentikan langkahnya, memandang dengan pandangan tak percaya.
" Masak? Dimana itu?"
" Depan SMKN 2...di Kauman itu lho..." Jelas saya.
" Wah, sampean memang pantas jadi tester makanan, tahu aja tempat-tempat makan dan minum. Ayolah kesana...Cap cussss, Cyinnn..."
Ihh...itu nada suara pak Djono kok jadi kayak Banciew gitu sih.
Kami pun meluncur.
Pisang Goreng Coklat Keju, Yummy!!!

Pas Sampai, suasana kedai meriah.
Kami langsung ambil tempat duduk di depan barista. Pak Djono mengedarkan pandangan ke seluruh ruang. Para pengunjuk tampak asyik menikmati live music sambil ngopi dan ngemil. Tapi nggak ngemilikin kamuuu....hushhh!

Saya langsung pesan Vietnam Shaker, karena penasaran dengan cita rasa kopi yang sempat heboh dipemberitaan terkait kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin oleh Jessica Kumala Wongso.
Pak Djono terbahak melihat pesanan saya, " Kenapa tertawa, Bos? Mau pesan yang ginian?"
" Boleh, saya penasaran. Selama di Jakarta saya hanya bisa mendengar berita tentang Es Kopi Vietnam, tak menyangka justru ketemunya di kota sendiri, hahahhaha.." Pak Djono meneruskan gelaknya.

Sembari menunggu Kopi Vietnam, saya iseng membuka daftar menu. Ternyata bukan hanya minuman, ada juga makanan. Ada banyak snack atau pun makanan berat sebangsa Nasi Goreng, Mie, dan lain-lain.

Tapi karena saya sudah kenyang, saya hanya memesan kentang goreng. Pas jadi, rasanya lain. Jelas krispi-nya. Tak kalah dengan kentang goreng produk Restoran Fast Food terkenal.
Sembari ngemil dan ngopi, kami menikmati sajian live music. Malam pun jadi meriah oleh hangatnya suasana Kedai Kopi Kauman.

Saya teguk Kopi Vietnam dengan bahan dasar Kopi Toraja untuk kesenian kalinya. Mantap di tenggorokan.

Larut malam kami pulang ke penginapan, menyisakan kenangan yang tak terlupa di kota ini.
Esoknya saya kembali ke Ibukota Via Bandara Adi Soemarmo, Solo. Dan…'menikmati' kemacetan lagi. Dan, merasa 'nyaman' dengan ketidaknyamanan lagi.
Ahh…Magetan


Mas Eko sedang mengolah Kopi buat Tamu
Sejujurnya, walau saya orang Jawa Timur, tapi belum pernah sekalipun berkunjung ke Magetan. Tapi sesekali lewat di pinggiran pernah, terutama daerah telaga Saradan.
Beberapa hari yang lalu ada yang datang, menyodorkan kode booking penerbangan Jakarta-Solo pergi pulang.  Dari ke Jakarta, landing di Adi Soemarmo, Solo.
Dari Solo kami masih harus menempuh jalan darat sekitar 3-4 jam, tergantung kondisi jalanan dan cuaca.
Kenapa saya sebut kondisi cuaca? Karena jalan yang kami lewati bukan jalan raya biasa. melainkan lewat lereng gunung Lawu yang curam. Walau jalan halus, tapi tetap saja nggak bisa memacu kendaraan seenaknya. Kabut tebal menyelimuti jalanan dan mengganggu pandangan. Jadinya kalau cuaca buruk bisa memakan waktu 4 jam, bahkan lebih.
Sesampainya di Magetan saya nginep di salah satu guest house.
Nggak perlu pakai AC. Saya nggak perlu AC, saya hanya perlu penghangat ruangan. Karena udara di Magetan dingin banget.
Perlu diketahui, saya diundang kesini untuk acara Khitanan anak seorang pengusaha asal Magetan. Karena usahanya di Ibukota sukses, si sobat itu merayakan acara khitanan anak bungsunya dengan pesta yang lumayan besar.
Sebenernya hari khitanan digelar hari minggu.Tapi saya sengaja di undang datang dari hari Jumat sampai hari Selasa, karena saya dan si Sobat juga ada urusan kerja.
Singkat kata, saya stay di salah satu guest house. Sengaja kami pilih karena ini tempat paling masuk akal. Karena dekat dengan lokasi pesta.
Masalah terjadi ketika kebosanan menyerang. Saya yang belasan tahun akrab dengan Keramaian Jakarta ini harus tinggal sementara di kota adem ini.
Para Barista in Action

Bbrrr...sepiii!
Mau cari hiburan, tapi apa?
Nggak kurang akal, hari gini enaknya ngopi. Tapi dimana?
Saya pun searching di Google. Dan kesaktian Google menuntun saya ke Kedai Kopi Kauman, disingkat K3, key Three nama kerennya.

Letaknya pas ditengah kota, hanya beberapa ratus meter dari Alun-alun kota Magetan. Tepatnya Jalan Kemasan No. 20 depan SMK N 2 Magetan. Masuk ke dalam Kedai, suasana langsung terasa adem. Karena tatanan ruang yang nyaman, model bangunan yang trend ala 80 an membawa kita ke dalam memori masa kecil.
Saya langsung pesan kopi Espresso favorit saya. Tapi, " Ndak mah nyoba kopi Tubruk ala Katiga mas?" Tanya mas Eko, salah satu Barista.
" Owh...apa itu mas?"
" Kopi tubruk ala Kedai Kopi Kauman, atau disingkat Katiga.." Terang Mas Eko ramah dengan logat Jawa timuran yang khas.
Saya ragu. Pasalnya saya suka Espresso. Olahan kopi kental, dengan ukuran 100ml. Tapi sekali-kali nyobain yang lain bolehlah. Apalagi kopi Tubruk sangat Indonesia.
" Pilihan kopinya ada apa aja mas?"
" Ada Robusta, Arabica, dan kopi Afrika mas. Asalnya bisa kopi Aceh, Bogor, Papua, dan Toraja..."
Wuihhhh...serius nih? Di kota kecil ini, ada kedai Kopi kayak gini?
Mantappp!
Suasana Nyaman dengan fasilitas Wifi

" Bikinin saya kopi Toraja deh mas.."
" Siap..."
Saya perhatiin aksi sang Barista. Mulai dari memanaskan air sampai cara menyeduh, perlu trik tersendiri agar hasil seduhan maksimal dan menghasilkan aroma kopi yang harum dan sedap.
Wuihhh...harumnyaaaa!
Terima kasih Tuhan untuk segala nikmat kopi yang telah kau tumbuhkan di negeri kami.
Pas disajikan, saya biarkan kopi selama tiga menit. Beginilah cara minum kopi, perlu seni tersendiri. Saya biarkan bubuk kopi mengendap kebawah sebelum memasukan sendok untuk mengaduk. Karena logam akan mempengaruhi rasa kopi. Tapi kalau kopi sudah melakukan ekstraksi secara alami dengan air panas, bolehlah kita memasukkan sendok.
Pas nunggu, " Monggo Mas, password Wifi-nya, " Yang angkat bicara adalah Mas Gun, From Kediri, Manager Kedai, menyodorkan selembar kertas kecil bertuliskan password Wifi.
Walahhh...kayak tamu kehormatan saja. Sampai sang Manager perlu turun tangan.
Usut punya usut, ternyata kedai baru Soft opening, belum Grand opening. Buktinya, " Besok malam datang, Mas. Ada Grand opening disini. Ada life music lho, " Ujar Mas Agus, Barista yang lain.
" Boleh...boleh, " Balas saya.
Kebetulan saya suka pertunjukan musik hidup sambil ngopi. Saya pun menghirup kopi pesanan saya..
Sumpah demi Jupiter, mantap banget nih kopi. Udara sejuk yang menerpa menambah kenikmatan malam itu.




Bersambung


Untuk suasana santai, saya lebih suka Americano, karena lebih soft

Kalau you tukang kopi…eh, hhhmmm, tukang ngopi..aaarrghhhh! Gimana sih sebutan untuk orang yang suka banget minum kopi? 
Kalau you pecandu kopi maksudnya, you setidaknya pernah minum setidaknya 3 macam olahan kopi.  
Banyak cara mengolah kopi demi menciptakan rasa dan aroma yang sesuai selera masing-masing penikmatnya.  
Kali ini saya akan bahas macam-macam olahan kopi khas Italia. 
Tak dapat disangkal, walau Italia bukan penghasil kopi, tapi punya banyak cara mengolah kopi, dan mencampur dengan berbagai bahan lain sehingga menciptakan cita rasa dan aroma yang mantap.  

Espresso 
Buat penikmat kopi Sejati tentu akan lebih mantap dan puas dengan Espresso. Espresso adalah cara mengolah kopi dengan metode press. Biji kopi di tekan sedemikian rupa dengan alat yang disebut mesin Espresso, lalu di ekstraksi dengan tekanan tinggi dan menghasilkan kopi hitam yang kental dan pekat! You yang pecandu kopi pemula, dan belum pernah mencicipi espresso pasti ngiler melihat tetesan demi tetesan cairan kopi hitam yang dituang kedalam gelas berukuran kecil. Slurrpppp… 

Espresso klasik disajikan dalam wadah cangkir Porselen ukuran kecil (Foto : Wikipedia)



Americano 
Yang menakjubkan, masih dari tanah Mafia, ada namanya Americano. Nah, kan....yang masak orang Italia kok dikasih nama Amerika? 
Sebentar, baca kisahnya! 
Pas perang dunia 2, serdadu Amerika mencoba kopi hitam orang Italia. Tapi Espresso terlalu pekat dan kuat untuk lidah orang Amerika. Maka para serdadu Amerika menambahkan Air dua pertiga bagian dari jumlah Kopi Espresso. 
Gampangnya gini, kalau dalam seporsi Espresso ada 100 ml, maka tentara Amerika menambahkan 200 ml air lagi, sehingga terciptalah kopi yang lebih encer. 
  

Latte
Yaitu campuran kopi dan susu. Komposisi terdiri dari, sepertiga bagian Espresso, ditambah dua pertiga bagian susu. Jadi yang membedakan dengan Americano adalah tambahannya. Amerikano tambah air, Latte tambah susu. Bahan dasarnya adalah Espresso. 

Cappucino
Nah, Capucino ini yang paling populer. Karena ada sensasi tersendiri. Bahannya terdiri dari, sepertiga bagian Espresso, sepertiga susu, sepertiganya lagi adalah foam susu. Bisa juga ditambah Toping berupa butiran coklat. 

Nah, kesimpulannya adalah, bahwa bahan dasar dari tiga olahan kopi diatas adalah Espresso. Jadi kalau you pesen Espresso di Cafe, ya porsinya emang segitu! 
You jangan protes! Ntar you dibilang Katropolis. Orang desa sok kota...hehehe, becanda ahhh, jangan ambil hati.


Mie adalah salah satu makanan pokok Asia. Artinya menjadi menu makan berat dengan berbagai hidangan pendamping. Pendamping Mie yang paling populer adalah Ayam yang dimasak sedemikian rupa, dicincang, dibumbuin, dan diruang keatas Mie yang setelah sebelumnya di rebus. 

Artikel Terkait : Lontong Cap Go Meh

Mie bisa diolah dengan berbagai variasi. Bisa digoreng atau ditebus. Bisa berkuah atau kering. Bisa ditambah pula sayuran dengan berbagai toping macam pangsit atau bahkan bakso. Kayaknya semua enak dan cocok dengan selera banyak orang Asia. 
Bahkan di daerah saya, Kediri, Jatim, Mie bisa juga disajikan dengan nasi ( Nah, Lho ..), sambal goreng kentang dan ayam. Hidangan kayak gitu biasa dipakai hidangan pas ada Kenduri. 

Tapi tahukah sampean, mie sudah ada sejak tahun 4000 sebelum Masehi!  
Banyak versi beredar soal asal muasal Mie. Setidaknya, dari dataran Tiongkok Mie terus berevolusi dan menyebar ke berbagai penjuru Bumi.  
Bahkan Marcopolo membawa Mie sebagai oleh-oleh selepas kunjungannya dari Tiongkok. Selanjutnya masakan Mie dikembangkan hingga jadilah Pasta/ Spaghetti yang kita kenal khas Italia itu. 

Di pasaran, mie dibagi ke dalam 3 jenis berdasarkan tingkat kematangannya, yaitu mie kering,  mie basah, dan mie instant. Sesuai namanya, mie basah dijual dalam keadaan basah. Mie basah adalah mie yang belum dimasak, memiliki kandungan air cukup tinggi yaitu sekitar 52%, cepat basi dan hanya bisa bertahan satu hari. Mie basah biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan mie ayam. 
            
 Mie kering adalah mie yang dipasarkan dalam bentuk kering. Mie yang disebut juga mie telur ini memiliki kandungan air rendah, hanya sekitar 13%. Berbahan baku dasar telur dan tepung terigu mie kering proses pengolahannya dikeringkan dengan oven atau dijemur hingga kering sebelum dikemas dan dipasarkan. Mie jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku mie rebus atau mie goreng. 
         
Terakhir yaitu mie instant. Mie paling praktis dan paling popular ini sudah menjadi pelengkap wajib persediaan makanan masyarakat kini. Kandungan air yang hanya sekitar 5-8% membuatnya bisa awet lebih lama dibanding jenis mie lainnya. Mie instant sebenarnya adalah mie yang sudah matang, karena mie ini dikemas setelah proses pengeringan dengan digoreng atau dipanaskan. Pengolahannya sederhana, cukup dimasukkan ke dalam air mendidih selama 4 menit dan Anda bisa menambahkan bumbu pelengkap lain sebagai penambah rasa. 

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget