Hanya tulisan Retjeh...

Articles by "OTOMOTIF"


Mitsubishi XM Concept pada IIMS 2017


Pada gelaran Indonesia International Motor Show  (IIMS-Saya berkunjung pada hari sabtu, 29 April 2017) lalu di kawasan PRJ Kemayoran, saya melihat sekilas tentang sebuah produk baru Mitsubishi yang masih merupakan konsep. Dibalut warna Gold, struktur body menyerupai MPV, dengan ground clearance yang lebih tinggi dari umumnya MPV hingga kadang membuat kita ragu, apa benar ini MPV?
Bahasa desain masih sama dengan Mitsubishi lainnya. Dan Siluet ini mengingatkan saya pada Pajero.


Yang menjadi perhatian saya adalah absennya Spion konvensional dan digantikan dengan dua buah kamera yang tempatnya 'menggeser' letak spion kanan dan kiri. Konsep itu diberi nama XM Concept. Kendaraan ini seolah menegaskan bahwa itulah kendaraan masa depan besutan Mitsubishi yang merupakan gabungan antara SUV dan MPV. Dimensinya yang nggak terlalu besar sepertinya menjanjikan kelincahan untuk pengendaraan dalam kota.


Saya abai pemandangan indah itu. Bagi pecinta otomotif, itulah desain Small MPV yang terindah. Iyalah, indah, kan masih konsep. Dan saya nggak tertarik. Karena dalam benak saya, tuh mobil paling nggak hadir lima, atau bahkan sepuluh tahun mendatang, walau di boot Mitsubishi tertulis jelas, bahwa XM Concept akan hadir tahun ini.

Tapi saya tetap menyempatkan diri mengunjungi Boot XM Concept. Dari samping samping terlihat siluet yang mengingatkan saya pada desain Pajero, SUV besutan Tiga Berlian yang menjadi penantang Sang Fortuner. Tampak gagah.
Mitsubishi Expander, feel like dream come true!
Kini beberapa bulan kemudian ada kawan mengabarkan bahwa XM Concept telah diproduksi massal! Bahkan udah pada inden. Yang lebih memukau lagi, XM Concept yang kini telah diberi nama resmi Expander itu dijual dengan rentang harga Rp 189 juta sampai dengan Rp 246 jutaan.

Interior pada varian Ultimate Automatic. Wow!!!

kayaknya makin berat aja nih perjuangan Xenia dan Avanza mempertahankan gelar sebagai mobil terlaris.

Tanpa basa-basi, kita geber aja mengenai detil Expander. Tulisan merupakan opini pribadi yang disarikan dari berbagai sumber dan tak memihak. Karena saya tak dibayar pihak manapun untuk menurunkan tulisan ini.

Monggo:
Ultimate A/T Rp 246 juta
• Two Tone Beige/Black Interior
• Wood Panel
• HU Monitor
• Rear Camera
• Bluetooth Telephony Steering Switch
• Bodykit
Exceed A/T Rp 232 juta
• Velg Alloy 16″
• Optitron Speedo + Full TFT MID
• LED Bar Stoplamp
• Audio Steering Switch
• Smart Key + Start Stop Button
• Electric Retract
GLS A/T Rp 219 juta
• 4 Speed Gear A/T
GLS M/T Rp 209 juta
• Velg Alloy 15″
• DRL
• Foglamp
• ABS, EBD, BA
GLX A/T Rp 199 juta
• 4 Speed Gear A/T
GLX M/T Rp 189 juta
• Velg Kaleng + Dop
• Lampu Senja Bohlam
• Stoplamp Bohlam
• Dual SRS Airbags
• AC Double Blower
• Immobilizer
• Rear Wiper
• 4 Doors Power Window
– Tipe mesin: DOHC 16 vale, ECI multiple
– Displacement: 1499 cc
– Bore x Stroke: 75.0 mm x 84.8 mm
– Rasio kompresi: 10.5:1
– Tenaga: 118 hp (88 kW; 120 PS) pada 6.000 rpm
– Torsi: 145 Nm (107 lb·ft) pada 4.000 rpm
Penulis : YS Pujiono

PT Toyota Astra Motor (TAM) baru saja merayakan kehadiran dari versi penyegaran Toyota Agya. Namun ada juga penyesuaian harga pada model-model lainnya yang dijual oleh Toyota.


Berikut adalah daftar harga Toyota per bulan April 2017 yang kami dapatkan dari web resmi Toyota. Harga ini semuanya adalah dalam kondisi on the road di DKI Jakarta dan dapat berubah setiap saat.

Tipe
Varian
Harga (Rp juta)
Agya
1.0 E M/T
127,6

1.0 G M/T
131,5

1.0 G A/T
144,4

1.2 G M/T
134,6

1.2 G A/T
147,6

1.2 TRD S M/T
137,8

1.2 TRD S A/T
151,9
Calya
1.2 E M/T
134,6

1.2 E A/T
147,6

1.2 G M/T
140,15

1.2 G A/T
152,15
Etios Valco
1.2 J M/T
150,5

1.2 E M/T 
165,1

1.2 M/T TOM's 
177,8

1.2 G M/T 
176,3
Avanza
1.3 E M/T
189,7

1.3 E A/T 
200,9

1.3 G M/T 
207,8

1.3 G A/T
218,5

1.5 G M/T 
220,1
Veloz 
1.3 Veloz M/T 
213,3

1.3 Veloz A/T
225,1

1.5 Veloz M/T
224,2

1.5 Veloz A/T 
236
Rush
1.5 G M/T
239,4

1.5 G A/T
249,4

1.5 S M/T TRD Sportivo
250,75

1.5 S A/T TRD Sportivo
264,05

1.5 S M/T TRD Sportivo Ultimo
254,05

1.5 S A/T TRD Sportivo Ultimo
267,35
Yaris 
1.5 E M/T
231,9

1.5 E CVT
243,7

1.5 G M/T 
240,2

1.5 G CVT
251,2

1.5 S M/T TRD Sportivo
262,1

1.5 S CVT TRD Sportivo
273,9
Vios
1.5 E M/T 
275,7

1.5 E CVT
288,7

1.5 G M/T 
294,5

1.5 G CVT
310,6

1.5 G M/T TRD 
311

1.5 G CVT TRD
327,1
Corolla Altis 
1.8 G M/T 
426,1

1.8 V A/T
460,6
Land Cruiser
200 STD Spec A/T Diesel 
1.919

200 Full Spec A/T Diesel
2.225,3
Kijang Innova
2.0 G M/T
294,7

2.0 G A/T 
314,9

2.0 V M/T 
336,8

2.0 V A/T
356,4

2.0 Q M/T 
375,9

2.0 Q A/T 
396

2.4 G M/T Diesel
324,8

2.4 G A/T Diesel
346,3

2.4 V M/T Diesel
370,7

2.4 V A/T Diesel
390,5

2.4 Q M/T Diesel 
414,1

2.4 Q A/T Diesel 
435,5
Innova Venturer
2.0 Q M/T
388,6

2.0 Q A/T
408,7

2.4 Q M/T Diesel 
426,5

2.4 Q A/T Diesel 
447,9
Hilux 
Single Cabin 2.0 L M/T bensin
202,55

Single Cabin 2.5 M/T Diesel
220,05

Extra Cabin 2.5 E (4x4) M/T Diesel
328,75

Double Cabin 2.5 E (4x4) M/T Diesel 
389,05

Double Cabin 2.5 G (4x4) M/T Diesel 
410,25

Double Cabin 2.5 V (4x4) A/T Diesel 
446,45
Fortuner
4x2 2.7 SRZ A/T bensin
525,5

4x2 2.4 G M/T diesel
456,8

4x2 2.4 G A/T diesel
474,8

4x2 2.4 VRZ A/T diesel
508,8

4x4 2.4 VRZ A/T diesel
651,8

4x4 2.4 G A/T diesel
577,3
Camry 
2.5 G A/T 
581,4

2.5 V A/T 
609,1

2.5 L A/T Hybrid
774,15
FT 86
Manual
716,5

Automatic
722,9

Automatic TRD
756,9
Alphard
2.5 X A/T 
889,2

2.5 G A/T 
1.039,2

3.5 Q A/T 
1.707,6

2.5 G A/T HYBRID
1.419,8
Vellfire
2.5 G A/T 
1.039,6

2.5 G A/T LIMITED
1.099,6
Nav1
G A/T 
406,85

V A/T Limited
426,2

V A/T WELCAB
551,37
Sienta
1.5 E M/T
233,2

1.5 E CVT
251,2

1.5 G M/T
245,2

1.5 G CVT
263,2

1.5 V M/T
260,2

1.5 V CVT
278,2

1.5 Q CVT (Fromage Trim)
298,2
Hi Ace 
STD Manual 
420,05

Commuter Manual
455,15
Sumber : otodriver


 BMW Curhat Soal Kebijakan Pemerintah Akan Mobil Listrik
Foto : BMW i3 Rex ( GIIAS 2017/Otodriver dotcom)
PT BMW Group Indonesia terus mengkomunikasikan visinya akan mobil masa depan yaitu Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) kepada publik. Kali ini mereka membawa BMW i3 REx di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 yang resmi ditutup kemarin.
Memang, BMW Indonesia sendiri saat ini masih belum bisa menjual i3 di Indonesia karena berbagai hal yang diperlukan untuk bisa menjual BMW i di Indonesia belum maksimal. BMW Indonesia mengakui bahwa mereka masih memperlukan dukungan besar dari pemerintah. Mendapati kondisi seperti itu, BMW pun curhat, alias mencurahkan isi hati.
“Kita membutuhkan monetary insentif, dan non-monetary insentif. Untuk monetary insentif itu terkait dengan pajak. Kemudian kalau non-amonetary, kita juga mau bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait agar pengguna kendaraan bisa mendapatkan jalur khusus untuk mobil listrik, atau bebas ganjil genap khusus kendaraan listrik atau hybrid. Kemudian parkir khusus untuk kendaraan-kendaraan listrik yang saya rasa sudah banyak perusahaan yang mampu menyediakan charging station di Jakarta,” Jelas Jodie O’Tania selaku Corporate Communications Department PT BMW Group Indonesia (18/8).

Foto : BMW i8 (Otodriver dotcom)

Pihak BMW memang sudah menjual i8 yang merupakan titik dimulainya BMW Indonesia menjual PHEV. Ternyata tidak disangka bahwa tingkat peminat dari mobil tersebut terus meningkat hingga mereka pun dirikan dealer BMW i.
“Kita kan sudah punya i8, kita lihat permintaannya sampai sekarang masih terus meningkat bahkan itu bsa terlihat dengan didirikannya dealer BMW i pertama di Indonesia yang ada di Serpong. Dengan dealer yang besar ini jadi bukti bahwa i series punya potensi yang tinggi di Indonesia,” tegas Jodie.
Terus meningkatnya peminat dari BMW i ini membuat pihak BMW Group Indonesia berencana untuk terus mendirikan dealer BMW i lain karena hal ini dianggap penting untuk keseriusannya di Indonesia.
Kedepannya kita juga akan mengeluarkan BMW i diler lainnya di jabodetabek dalam waktu dekat ini. Sebelum kita meluncurkan PHEV lainnya, kita harus mempunyai dukungan terlebih dahulu dari aftersales, dari teknisi. Apabila terjadi sesuatu pada kendaraan karena ini kan terkait dengan high voltage. Jadi memang dibutuhkan ahli mengenai kendaraan listrik tersebut,” tegas Jodie.

Sumber: Otodriver


Audi A3 Sportback di GIIAS 2017. (Kompas otomotif)

Audi Indonesia di bawah bendera PT Garuda Mataram Motor mengenalkan Audi A3 Sportback di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show ( GIIAS) 2017. Compact hathcback ini adalah bagian dari keluarga generasi ketiga Audi A3, menawarkan kepraktisan sebuah mobil keluarga yang sporty, plus efisiensi bahan bakar dengan penggunaan mesin baru.

A3 Sportback yang dijual di Indonesia ini mengemban model lima pintu, dan itu membuatnya punya dimensi eksterior lebih besar dibandingkan model basis A3 tiga pintu. Jarak sumbu rodanya juga lebih panjang.

Highlight pada model ini adalah jantung pacu yang mengikuti tren penggunaan mesin mungil, namun bertenaga berkat suntikan turbo. Di balik kap mesinnya terdapat mesin 1.200 cc TFSI, 4-silinder segaris berkapasitas 1.197 cc, mampu melontarkan tenaga puncak 110 tk @4.600 – 5.000 rpm serta torsi maksimal 175 Nm di rentang 1.400 – 4.000 rpm.
Demi menyalurkan tenaga tersebut ke roda penggerak depan, A3 Sportback menggunakan transmisi otomatis dual clutch 7-percepatan S-Tronic. Kombinasi mesin-tranmisi ini mampu melesatkan mobil 9,9 detik dari diam ke 100 kpj.

Selain bisa melesat kencang, mobil ini juga irit. Audi mengklaim, konsumsi bahan bakarnya mencapai 4,8 liter per 100 km, atau 20,8 kpl.

InteriorTak sekadar lapang, kabin New A3 Sportback menawarkan kualitas material dengan detail yang istimewa, sekaligus ergonomis. Pengemudi mendapatkan lingkar kemudi baru palang tiga dengan paddle shift dan tombol multifungsi yang akan memudahkan kendali terhadap fitur-fitur di dalamnya. Tempat duduk depan dapat diatur secara elektronik ke empat arah.
Mobil ini kini juga dilengkapi MMI dengan layar 8,3 inci sebagai pusat kendali berbagai fitur. Untuk hiburan, ada MMI Radio Plus dengan Audi Sound System dan Bluetooth interface untuk menghubungkan ponsel dengan sistem audio.

Empat lubang ventilasi di dashboard mendapatkan desain yang baru, dan beberapa aksen metal menjadikan interiornya juga memiliki sentuhan yang sporty. Penyejuk kabin atau AC mendapatkan pengaturan 2-zona otomatis. Konsumen New A3 Sportback mendapatkan tiga pilihan warna pelapis interior yaitu Black, Chesnut Brown dan Rock Grey.

Tersedianya Electronic Stability Control (ESC) melengkapi pengendalian sempurna yang ditawarkan oleh New A3 Sportback. Ini membuat A3 dapat berbelok lebih lincah, pengendalian lebih tajam, lebih netral, lebih sporty, dan stabil.

Di Indonesia, Audi menawarkannya dengan tujuh pilihan warna, yaitu Brilliant Black, Ibis White, Vegas Yellow, Floret Silver Metallic, Nano Grey Metallic dan Tornado Red Metallic. Harganya pun mencpai Rp. 550 juta off the road.

Sumber : Kompas otomotif

Tampang masih sama, hanya lampu yang beda ( Foto: scooterlab.co.uk)



Kita mengenang kembali pada tahun 80an atau 90 an. Pada masa itu pelaku industri kendaraan bermotor amatlah terbatas terkait regulasi masalah peredaran kendaraan bermotor. Hal itu berlaku pula buat Piaggio, pabrikan Skuter asal Italia yang terkenal dengan merek Vespa yang berjaya waktu itu.

Baca Juga:
Test Drive, Land Rover Defender

Ada beberapa varian Vespa yang dijual ditanah air. Salah satunya PX-150.
Inilah varian paling laris, motor idaman semua penyuka motor. Desainnya yang klasik dan keren, serta cenderung sama diseluruh dunia ( katalog internasional).
Karena itulah PT Piaggio Indonesia mencoba memasarkan lagi Skuter klasik ini. Lantas apa saja teknologi yang diusung?


Tersedia pula warna centil, ehem..it's hot! (Scooterlab.co.uk)

Mengingat PX 150 khas dengan mesin 2 Tak yang sudah tidak populer lagi karena masalah isu polusi. Sekedar mengingatkan, Skuter jaman sekarang jauh lebih canggih dari teknologi PX-150. Mesin 4 tak yang lebih halus, ramah lingkungan. Teknologi Fuel Injection yang futuristik menjamin konsumsi bahan bakar yang lebih hemat, serta teknologi Idle Stop yang membuatnya semakin irit di kemacetan lalu lintas, apa semua itu dimiliki Vespa PX-150 generasi terbaru?

Bila you penyuka teknologi canggih untuk sebuah Skuter mahal, siap-siaplah kecewa. Karena semua fitur yang saya sebutkan tadi absen alias tidak ada!


Satu kabar baik, Velg Alloy dan disc brake sudah menjadi perlengkapan standart


You akan mendapat unit mesin 2 tak, dengan sistem pemasok bahan bakar Karbutator.
Berita baiknya, you akan mendapat unit dengan sistem pengereman roda depan Disc Brake, masih bisa pakai bahan bakar ber-oktan rendah alias bensin bersubsidi, karena mesin 2 Tak memang tak memerlukan bahan bakar oktan tinggi.

O ya, you juga akan mendapat desain head lamp yang full rounded alias membulat penuh. Desain ini mengingatkan kita pada Skuter matik pertama buatan Piaggio, yaitu Vespa Corsa.
Sektor kaki-kaki sedikit dibenahi dengan velg Alloy yang 'sedikit lebih modern'.

You juga akan banyak mendapat pilihan warna. dari warna yang terkesan 'chic', sampai warna yang maskulin.

Lantas, dengan semua fitur yang cenderung dipertahankan dari waktu ke waktu itu, berapa harga PX-150 generasi terbaru ini? Siapkan dana antara 60 juta sampai dengan 70 juta Rupiah. Semua dalam satuan mata uang Rupiah, bukan Euro!
Kok mahal? memang segitulah harga sebuah kenangan,Bung! Ingat Land Rover Defender yang pernah saya ulas?

Numero Uno!
gak nyambung ahh..bisa ngomong Italy ya cuma itu kok. hehehheeh

Penulis : YS Pujiono ( Opini pribadi disarikan dari berbagai sumber)









Susasana paddock Red Bull Racing. Bertabur Teknologi canggih (Foto: Getty Image)

Bagi you yang suka Olahraga Otomotif pastilah pernah nonton F1. Balapan mobil single seater yang diselenggarakan FIA. Yup, itulah olahraga paling glamour sejagat. Paling mahal diseluruh Planet. Bagaimana tidak, untuk memproduksi  mobil F1 rata-rata  dalam satu musim  dibutuhkan dana sekitar 126 Milyar per unit, dalam mata uang Rupiah.

Itu belum termasuk dana akomodasi selama satu musim balapan. Perlu diketahui, olahraga ini diselenggarakan di negara-negara yang telah terpilih berdasarkan kalendar FOA ( Formula One Administration). Awal musim di mulai dari Melbourne, Australia. Selanjutnya Sepang, Malaysia.
Untuk itu satu tim F1 perlu punya, atau setidaknya menyewa satu Jumbo Jet, beberapa unit motorhome serta staff yang berjumlah tak kurang dari 300 orang untuk tim kecil.

Yang mencengangkan, adalah anggaran dana yang mereka keluarkan dalam satu musim mengikuti seri balapan. Tim-tim besar macam Ferrari, Mc Laren, atau Redbull bisa ‘buang duit’ hingga US$ 320 juta per tahun atau setara Rp 4,3 triliun satu musimnya. Besaran itu dua kali lipat dari uang Negara yang diembat bajingan koruptor E-KTP.

Sementara untuk tim gurem ‘hanya’ anggaran sekitar US$ 60 atau sekitar Rp 800 Milyar saja.
Lalu apa mereka untung? Dan apa faedahnya bagi kehidupan manusia?
Ingat, para pelaku bisnis ini adalah orang-orang  jenius. Tak mungkin mereka kerja All out kalau tanpa keuntungan kan? Jawabnya, jelas untung. Karena kalau nggak untung kan rugi! Jangan kayak Cak Lontong ahhh..waktunya nulis nihhhh.
 
Lingkar kemudi ini berharga Rp 650 Juta!

Darimana keuntungan itu?
Banyak sumber uang di Sirkus Otomotif ini
Mulai dari sponsor resmi, pembagian hak siar, hingga dari duit yang dimasukkan oleh pembalap medioker yang ngotot masuk F1 dan membayar sejumlah uang yang didapat dari Sponsor, taruhlah kayak Rio Haryanto yang waktu itu disyaratkan untuk membawa sekitar Rp 300 Milyar dalam satu musim. Pebalap seperti Rio disebut juga pay Driver.  Itu Tim gurem lho ya. Biasanya Tim gurem sih dijadikan ‘langganan  riset’ pembalap oleh Tim papan atas. Artinya Tim besar akan melihat kemampuan pembalap ketika mengendarai mobil medioker.

Disini disebut juga kawah Condrodimuko alias tim tempat bagi pembalap pemula ditempa kemampuannya. Kalau bakat bagus dengan mobil jelek, tim besar akan segera menariknya. Sauber adalah Tim kecil yang tak kunjung berprestasi, tapi jangan salah, Sauber tak akan pernah merugi.
Tak lain karena Sauber adalah Tim yang menjadi langganan pembalap besar untuk memulai debutnya di arena jet darat ini. Kimmi Raikkonen adalah salah satu pembalap jebolan Tim yang dimiliki Peter Sauber ini. Memulai debut pada tahun 2001 di Sirkuit Melbourne, hanya satu musim di Tim asal Swiss itu, selanjutnya The Ice man langsung lompat ke Tim yang jauh lebih besar, yaitu McLaren yang waktu itu masih menggunakan mesin Mercedez-Benz.
Jadi Tim-tim kayak Sauber ini (Menurut opini pribadi saya) tetap memposisikan diri sebagai tim kecil dengan kinerja keuangan yang sehat dari hasil ‘penjualan’ pembalap pemula tapi berbakat.
Ada pula Tim kecil yang tetap menjadi kecil, lalu ngos-ngosan, dan akhirnya keok, bangkrut.
Lalu kenapa unit mobil F1 bisa semahal itu?
Mari kita berhitung!
Sebuah mobil Formula 1 terdiri atas beberapa bagian yang dibangun terpisah. Harga setiap unitnya juga berbeda-beda. Dari seluruh bagian ini, ada dua unit yang paling mahal, yakni mesin dan sasis.

Mobil-mobil yang dibejek di lintasan Formula 1 menggunakan mesin 1600 CC turbo-charger, dengan konfigurasi silinder  V6. Ada tiga perusahaan besar yang menjadi pemasok utama mesin F1, yakni Ferrari, Mercedes, dan McLaren. Setiap mesinnya rata-rata mencapai harga US$ 7,7 juta atau setara Rp 103 miliar.

Sementara itu, bagian sasis juga terbilang mahal. Rangka bawah yang digunakan terbuat dari serat karbon monokok, bahan sintetis yang kuat tapi tetap ringan. Harga per sasisnya mencapai US$ 650 juta atau setara Rp 8,7 Miliar. Sementara untuk gearbox rata-rata dibanderol US$ 480 ribu.

Satu bagian yang tak kalah pentingnya adalah setir. Lingkar kemudi mobil F1 bisa mencapai US$ 50 ribu. Sementara untuk tangki bahan bakar sendiri harganya bisa mencapai US$ 110 ribu. 
Untuk rincian lengkapnya, lihat ini :
Mesin : US$ 7,7 juta per unit
Sasis : US$ 650 ribu per unit
Sayap dan corong depan: US$ 160 ribu
Sayap belakang dan peralatan menyalip DRS: US$ 80 ribu
Setir : US$ 50 ribu
Tangki bahan bakar: US$ 110 ribu
Hidrolik: US$ 160 ribu
Gearbox: US$ 480 ribu
Sistem pendingin: US$ 160 ribu
Totalnya?
Ambil kalkulator sana, itu sendiri! Males gua ngitung..hahahahha. Sekian, tunggu sambungannya ya sobat. 

Bersambung.

Penulis : YS Pujiono ( Dari berbagai sumber)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget